Skip to content

Chapter 1: Getting Started — First Installation

Ringkasan

Video ini membahas langkah pertama dalam belajar WordPress development: menyiapkan local development environment agar kita bisa bekerja secara lokal di komputer sendiri.


Konsep Utama

1. Apa itu Dev Environment?

IstilahPenjelasan
Live/Production EnvironmentWebsite asli yang bisa dilihat seluruh dunia (misalnya yourwebsite.com)
Dev/Development EnvironmentSalinan private website yang hanya bisa dilihat oleh developer, tempat sandbox untuk eksperimen

2. Apa itu "Working Locally"?

  • Local = bekerja di komputer pribadi kita (kebalikan dari cloud/server)
  • Website biasanya hidup di server yang dinyalakan 24/7 oleh web hosting company
  • Namun kita bisa install WordPress di komputer pribadi sehingga bisa membuat website tanpa koneksi internet
  • Website lokal ini hanya bisa diakses oleh kita sendiri (seperti file Word yang disimpan di desktop)

3. Kenapa Local Dev Environment Ideal?

  • Kalau ada typo saat coding, tidak ada orang lain yang melihat error-nya
  • Tidak perlu upload file ke server setiap kali save — perubahan langsung terlihat
  • Baru ketika sudah selesai, kita push ke server publik

Kebutuhan WordPress

WordPress membutuhkan 3 hal untuk berjalan (seperti pohon butuh tanah, air, dan sinar matahari):

  1. PHP — bahasa pemrograman yang menggerakkan WordPress
  2. Apache atau Nginx — web server
  3. MySQL atau MariaDB — database

Ketiga hal ini gratis dan bisa diinstall otomatis menggunakan tools seperti:

  • Local by Flywheel (rekomendasi di kursus ini)
  • XAMPP, MAMP, WAMP, dll.

Step-by-Step: Install Local by Flywheel

Step 1: Download

  1. Buka browser, kunjungi localwp.com
  2. Klik tombol Free Download
  3. Masukkan nama & email (software-nya gratis)
  4. Tunggu download selesai

Step 2: Install & Buat Site Baru

  1. Jalankan installer, tunggu beberapa menit
  2. Setelah selesai, klik "Create a new site"
  3. Beri nama site: Fictional University
  4. Klik Continue (gunakan default options)
  5. Pilih username dan password (yang mudah diingat)
  6. Masukkan email address
  7. Klik "Add Site" — tunggu beberapa menit

Step 3: Jalankan & Akses Website

  1. Klik "View Site" (atau "Start Site" dulu jika belum running)
  2. Browser akan menampilkan WordPress dengan domain lokal (contoh: fictionaluniversity.local)
  3. Hanya kamu yang bisa mengakses domain ini — orang lain tidak bisa

Step 4: Akses Admin Dashboard

  1. Di address bar, tambahkan /wp-admin di akhir domain
  2. Login dengan username & password yang dipilih tadi
  3. Kamu akan melihat WordPress Admin Dashboard

Step 5: Stop & Start Kembali

  • Stop: Buka Local app → klik "Stop Site" → tutup program
  • Start lagi: Buka Local app → klik website kamu → klik "Start Site"

Lokasi File WordPress di Komputer

Cara menemukan folder website:

  1. Di Local app, klik kanan pada website
  2. Pilih "Show in Folder" (Windows) / "Reveal in Finder" (Mac)

Struktur folder:

📁 Local Sites/
  └── 📁 fictionaluniversity/
        └── 📁 app/
              └── 📁 public/          ← ⭐ FOLDER UTAMA (WordPress system files)
                    ├── 📁 wp-admin/
                    ├── 📁 wp-content/
                    │     └── 📁 themes/   ← folder tempat theme berada
                    ├── 📁 wp-includes/
                    └── ...file lainnya

Catatan Penting: Folder app/public/ adalah folder yang akan sering kita gunakan sepanjang kursus. Di dalamnya ada wp-content/themes/ yang merupakan tempat kita membuat theme baru.


Poin Penting

  • Tidak semua orang menggunakan Local by Flywheel — bisa pakai tool lain (XAMPP, MAMP, dll)
  • Meskipun tampilan layar instruktur sedikit berbeda dengan layar kamu, yang penting adalah navigasi ke folder: project → app → public
  • Jika instruktur bilang "jump to your project/WordPress/theme folder", artinya buka folder di atas